21 Februari 2015

SIKLUS PROYEK KONSTRUKSI

TERDAPAT 6 TAHAP PADA PROYEK KONSTRUKSI :
  1. Tahap Perencanaan / Planning
  2. Tahap Perekayasaan / Design
  3. Tahap Pengadaan / Procurement
  4. Tahap Pelaksanaan / Construction
  5. Tahap Tes Operasional / Commisioning
  6. Tahap Pemanfaatan dan Perawatan /Operational and Maintenance


Kita akan membahas satu per satu tahap pada proyek konstruksi

1. PERENCANAAN

Pada tahap ini meliputi gagasan dasar yang berawal dari adanya suatu "KEBUTUHAN" yang kemudian ditindak lanjuti dengan pembuatan studi kelayakan yang mencakup aspek-aspek teknis, ekonomis, lingkungan, dan lain-lain.

Pada tahap ini menghasilkan :
  1. gagasan dan ide untuk memenuhi "KEBUTUHAN / NEEDS"
  2. hasil studi kelayakan dan laporan hasil AMDAL
Tahap ini juga dapat dinamakan sebagai "Tahapan Konseptual"

Pihak-pihak yang telibat dalam tahap ini adalah : Pemilik proyek (owner) dan dapat dibantu oleh Konsultan Perencana dan atau Konsultas Manajemen Konstruksi


2. PEREKAYASAAN

Terdiri dari :
  • Tahap Pra Rancangan, menghasilkan : kriteria desain, skematik desain, estimasi anggaran secara global
  • Tahap Pengembangan Rancangan, menghasilkan : perhitungan-perhitungan detail (perhitungan desain, gambar-gambar detail, outline spesifikasi, estimasi anggaran secara terperinci)
  • Desain Akhir dan Penyiapan Dokumen Pelaksanaan, menghasilkan : Gambar koordiasi, gambar-gambar detail, spesifikasi, daftar volume, estimasi biaya konstruksi, syarat-syarat umum administrasi dan peraturan umum.
Pada tahap perekayasaan ini pihak-pihak yang mungkin terlibat adalah : Konsultasn Perencana, Konsultan Manajemen Konstruksi, Konsultan Rekayasa Nilai ( Value Engineering) dan atau Konsultan Quantity Surveyor (QS)


3. PENGADAAN

Tahapan ini meliputi 2 kegiatan, yaitu :
  • Pengadaan jasa konstruksi (project procurement)
  • Pengadaan peralatan dan material. Untuk pengadaan peralatan dan material, bisa dilakukan oleh pemilik proyek (owner) atau pihak kontraktor.
Selain pihak pemilik proyek (owner) dan kontraktor, pihak konsultas perencana, manajemen konstruksi, dan atau QS juga bisa terlibat dalam tahap ini.


4.PELAKSANAAN 

Tahapan ini dapat berlangsung setelah ditandatanganinya kontrak oleh Pemilik Proyek (owner) dan pihak kontraktor. Serta telah dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK).

Tahap Pelaksanaan ini meliputi : 
  • Perencanaan kegiatan di lapangan
  • Pengorganisasian dan koordinasi sumber daya
  • Pengendalian proyak yang bertujuan untuk menghasilkan pekerjaan tepat waktu dan biaya, serta memenuhi mutu yang disyaratkan.
Pihak-pihak yang mungkin terlibat adalah : Konsultas Pengawas (MK), Konsultan Quantity Surveyor (QS), Kontraktor, Supplier, Sub Kontraktor serta instansi terkait.


5. TES OPERASIONAL

Merupakan pengujian terhadap fungsi masing-masing bagian sehingga bangunan dapat dioperasikan.

Pihak-pihak yag mungkin terlibat adalah : Pemilik proyek (owner), Konsultan Perencana, Konsultas Pengawas (MK), Konsultan Quantity Surveyor (QS), Kontraktor, Supplier, Sub Kontraktor serta instansi terkait.


6. PEMANFAATAN DAN PERAWATAN

Biaya operasional dan pemeliharaan sangat dipengaruhi oleh tahapan sebelumnya, mulai dari tahap perencanaan sampai test operasional.

Pihak-pihak yag mungkin terlibat adalah : Konsultas Pengawas (MK, pemakai (End User) yang dapat diwakili oleh building manajer dan sebagian kontraktor spesialis.



Demikian pembahasan tahapan-tahapan dalam Siklus Proyek Konstruksi. Semoga Bermanfaat untuk pembaca. Komentar, kritik dan Saran sangat berharga bagi Mas Jarwo. Salam ~

1 komentar:

  1. Sori mau nanya dong bro. Ini artikel boleh tahu sumbernya dari mana? Terimakasih

    BalasHapus